Selamat Hari raya idul fitri 1440 H Maaf lahir batin

Kerusakan tv pada bagian horisontal

Beberapa masalah kerusakan tv pada bagian horisontal yang kadang menguras waktu dan tenaga berikut ini analisa kerusakan bagian horisontal tv
Bagian horisintal tv
Skema bagian horisontal

1. Tidak ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT dapat disebabkan antara lain karena :
  •  Transistor HOT kolektor-emitor short.
  • Diode penyearah tegangan B+ short dari tranfo SMPS short. 
  • Power suply (SMPS) tidak kerja. 
  • Beberapa model TV menggunskan sirkit dimana tegangan B+ rendah pada saat stand by. 
  • Tegangan B+ baru akan naik menjadi normal jika mikrokontrol telah di-on-kan. Kerusakan bagian mikrokontrol atau sirkit pendukungnya dapat menyebabkan tegangan B+ tidak mau naik ke normal. 
  • Sirkuit suply tegangan B+ menggunakan transistor atau relay sebagai "pemutus on-off" yang dikendalikan oleh bagian mikrokontrol melalui kontrol pin "power on-off". Kerusakan mungkin disebabkan pada sirkit ini. 
  • Kerusakan bagian mikrokontrol (kontrol power-on belum kerja).
2. Untuk mengetahui apakah bagian defleksi horisontal sudah bekerja, dapat dilakukan pemeriksaan atau pengamatan visual antara lain seperti :
  • ukur ada tegangan heater ada tegangan sekitar 5v ac. Nilai ini bukan nilai sebenarnya sebab avo-meter biasa tidak cocok untuk mengukur tegangan ac dengan frekwensi tinggi. Jika diukur dengan VTVM yang dapat dugunakan untuk mengkur teganagan frekwensi tinggi, nilai sebenarnya tegangan heater adalah 6.8v ac 
  • Secara visual heater nampak menyala. 
  • ukur ada tegangan screen. 
  • cek ada sisa muatan tegangan tinggi pada anode tabung gambar. https://www.arjunservice.net
3. Diperiksa sudah ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT. Maka jika bagian defeleksi horisontal belum kerja sama sekali dapat disebabkan karena (poin a-f) :

a.  Osilator horisontal pada IC Jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja IC Jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :

  •   Tegangan suply pada pin-H.Vcc tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan IC Jungel mempunyai tegangan kerja pada pin-Hvcc sebesar 8v (baca nomor 4) (TV model lama) Keramik resonator 500khz rusak 
  • Beberapa tipe IC Jungel ada yang menggunakan resistor pull up (yang dihungkan ke jalur suply plus) pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
  • Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara IC Mikrokontrol dengan IC Jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain. 
  • IC mikrokontrol posisi belum "on" atau belum bekerja. Beberapa tipe IC jungel osilator horisontal sudah dapat langsung bekerja jika ada suply Hvcc tanpa menghidupkan mikrokontrol dulu atau mikrokontrol rusak. Tetapi ada beberapa tipe yang belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply Hvcc sebelum mikrokontrol mau "on" (contoh adalah TDA8842) 
  • X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan flyback over. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja. 
  • Beberapa IC Jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil) maka osilator tidak mau bekerja.


b. Kerusakan pada bagian horisontal driver yang dapat disebabkan karena :
  • Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
  • Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada. Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada IC Jungel yang menyebabkan tegangan basis transistor over. Dapat disebabkan karena IC Jungel rusak atau horisontal osilator belum bekerja. 
  • Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out IC Jungel rusak. 
  • Pada model TV tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini. 
  • Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak 
  • Transistor driver rusak. 
  • Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal dan driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.
c. Kerusakan transistor HOT dimana umumnya kolektor-emitornya short, sehingga menyebabkan jalur B+ short ke ground. Tetapi kadang transistor HOT rusak karena basis-emitornya yang short. Mengganti transistor HOT sebaiknya menggunakan nomor part yang sama untuk menjamin keawetan pemakaian.

Mengganti transistor HOT dengan nomor part berbeda memang dapat dilakukan, hanya kadangkala dapat menimbulkan problem seperti over OVP (Over Current Protector) aktip bekerja, raster tidak penuh kiri-kanan, atau tidak tahan lama.

Untuk menghindari kerusakan berulang atau pesawat kembali rusak setelah dipakai beberapa hari atau minggu. Sebelum mengganti transistor HOT yang rusak, maka sebaiknya dilakukanlah pemeriksaan hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan transistor ini rusak :

  •     Cek tegangan B+ apakah normal
  •     Periksa solderan pada kapasitor resonan
  •     Periksa elko pada suply kumparan primer tranfo horisontal driver, mungkin kering
    (Kalau perlu) Periksa def yoke.

 d. Kerusakan tranfo flyback dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda antara lain :
  • Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan.
  • Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar
  •  Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short
  • Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
  • Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
  • Jika diukur dengan ohm meter( dengan x 1K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki ground flyback.
  • Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan primer dengan sekunder.
    e. Kerusakan Def Yoke ditandai antara lain dengan :

  • Tegangan B+ drops dan kadang disertai suara huming dari speaker. Jika konektor def yoke dilepas maka bagian horisontal atau tegangan B+ akan langsung bekerja dengan normal. Jangan menghidupkan TV terlalu lama tanpa def yoke karena dapat menyebabkan phospor tabung layar terbakar pada titik tengah layar. Kecilkan VR screen sebelum mencoba hal ini.
  • Transistor HOT rusak. Jika diganti akan rusak lagi.
  • Raster nampak berbentuk seperti trapesiumd. Lepas kumparan defyoke.                                        
  •  Keluar asap. 
  • Jika def yoke dilepas secara visual nampak ada bagian yang terbakar. Melepas def yoke hati-hati jangan sampai merubah posisi adjustment magnet konvergen yang ada dibelakangnya. Dan ketika memasang kembali magnet konvergen pasang pada posisi seperti semula.
4. Sirkuit suply tegangan H-Vccke IC Jungel ada berbagai macam sistim, sehingga ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tidak ada tegangan suply H-Vcc.

  • Tegangan diberikan dari dari suply B+ melalui resistor puluhan kilo ohm. 
  • Tegangan diberikan dari tegangan rendah melalui resistor ratusan ohm
  • Suply menggunakan sirkit transistor pemutus yang dikendalaikan oleh bagian mikrokontrol, sehingga mikrokontrol yang belum on atau sirkit pemutus yang rusak menyebabkan suply H-Vcc tidak ada.
  •  IC jungel rusak dimana pin H-Vcc IC Jungle short. Jika pin H-Vcc IC Jungel diopen maka tegangan ada.
  •  Pada TV model lama kadang dipasang sebuah transistor X-ray protektor pada jalur H-Vcc. Keruskan pada transistor X-ray protektor akan menyebabkan H-Vcc di-short-kan ke ground.

5 Bagian defleksi horisontal hidup tetapi sebentar kemudian terus mati. Problem semacam ini dapat disebabkan antara lain karena :

 a. X-ray protektor pada TV model lama umumnya akan mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi anode over. Problem kemungkinan dapat disebabkan karena :

  • Kapasitor resonan 1600v pada kolektor transistor HOT nilainya berubah mengecil
  • Tegangan B+ over
  •  Kerusakan part pada sirkit X-ray protektor, misalnya ada diode zener bocor atau ada transistornya yang bocor.
  •  Tanpa skematik diagram kadang sulit mencari lokasi X-ray protektor. Kita dapat melacak mencari lokasi sirkit X-ray dengan cara sebagai berikut :
  •  Open semua pin pada flyback kecuali pin-B+ dan pin-Kolektor.
  •  Hidupkan TV dan biasanya protek sudah tidak akan aktip bekerja.
  •   Solder kembali pin yang telah di open satu persatu bergantian dengan dicoba hidupkan setiap kali habis menyambung salah satu pin yang telah diopen.
  •  Jika protektor bekerja, maka sirkit X-ray berhubungan dengan pin yang baru saja disambung kembali tersebut.
    b. OVP aktip bekerja jika arus B+ yang over. Kerusakan mungkin dapat disebabkan karena :

  • Kumparan def yoke rusak
  •  Flyback rusak
  • Beban flyback berat, disebabkan karena sirkit yang mengambil suply dari flyback ada yang rusak.
  • sirkit OVP sendiri ada yang part yang rusak.
    c. Kerusakan pada bagian horisontal driver umumnya disebabkan karena :

  •  Transistor mau rusak sehingga kadang mau bekerja pada saat masih dingin,
  •  Suply untuk tegangan kolektor putus.
  •  Kadang tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver diopen tegangan ada. Kerusakan bukan pada bagian horisontal driver, tetapi pada bagian osilator horisontal
  •  Walaupun jarang terjadi kadang tranfo horisontal driver rusak.

    6. Ketika TV dihidupkan transistor HOT langsung rusak sebelum kita sempat melakukan pengukuran. Kemungkinan dapat disebabkan karena :

        Kapasitor resonan pada kolektor HOT yang mempunyai tegangan kerja 1600v nilainya berubah mengecil atau solderan lepas. Hal ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada tranfo flyback yang menyebabkan transistor rusak. Nilai kapasitor ini cukup kritis oleh karena itu ganti dengan nilai yang sama.
  •         Kumparan horisontal Def yoke rusak terbakar atau short
  •         Flyback rusak pada bagian gulungan primer antara pin-B+ dengan pin-kolektor short.
  •         Tabung gambar rusak (biasanya ada loncatan api didaamnya).
  •         Tegangan B+ over
  •         (TV lama) Kerusakan pada keramik resonator 500KHz yang menyebabkan frekwensi osilator berubah menjadi tinggi. Biasanya disertai suara ngencrit sebelum rusak.
  •         Kerusakan pada sirkit PH1 (AFC1) seperti resistor, kapasitor atau IC Jungel.


    7. Menjumpai transistor HOT rusak secara berulang pada saat melakukan perbaikan TV, maka dapat dilakukan langkah-langkah percobaan sebagai berikut untuk mencegah kerusakan tersebut :

  •         Sediakan lampu 100w/220v 2 buah yang disambung paralel.
  •         Masing-masing beri sambungan kabel sepanjang kurang lebih 30cm pada kedua ujungnya dengan cara disolder.
  •         Putus jalur hubungan antara pin-flyback yang ke kolektor transistor HOT.
  •         Pasang kedua lampu antara pin-flyback dengan kolektor transistor HOT secara paralel.
  •         Hidupkan TV.
  •         Jika lampu menyala terang berarti masih ada kerusakan pada bagian lain yang dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
  •         Jika nyala lampu sudah redup berarti kerusakan telah teratasi dan kembalikan sirkit seperti semula.

    8.Transistor HOT panas atau transistor dalam jangka pendek rusak berulang setelah diambil konsumen. Penyebab kerusakan transistor HOT dapat dikategorikan sebagai berikut :

  •         Sinyal drive yang kurang sehingga menyebabkan under-drive. Umumnya disebabkan karena elko kering pada suply Vcc tranfo horisoantal drive. Tegangan suply yang drops pada horisontal oslator maupun horisontal drive juga dapat menyebabkan masalah ini.
  •         Sinyal drive yang over. Dapat disebabkan tegangan suply pada horisontal osilator atau horisontal drive yang over. Biasanya karena ada part seperti resistor yang diganti dengan nilai yang berbeda.
  •         Sinyal drive yang over dapat juga disebabkan karena tegangan Hvcc pada ic jungel over. Dapat disebabkan karena kerusakan regulator atau ada resistor yang diganti dengan nilai yang tidak sama.
  •         Arus kolektor over disebabkan karena beban yang over. Mungkin disebabkan karena def yoke, flyback, bagian vertikal out ada masalah.
  •         Tegangan kolektor over. Dapat disebabkan karena kapasitor resonan nilai mengecil, tegangan power suply kadang berubah naik.
  •         Transistor yang dipasang tidak asli atau tidak cocok.
  •         Pemasangan HOT dengan pendingin kurang baik.
  •         Ada solderan kurang bagus pada bagian horisontal output, part bagian filter PH1 (AFC1).
  •         (TV lama) Bagian osilator kadang frekwensinya berubah, misalnya keramik resonator 500Khz yang akan rusak.
        Catatan :
        Flyaback yang bersuara dapat menunjukkan bahwa frekwensi horisontal tidak normal. Dalam hal ini kalau TV dihidupkan terlalu lama kadang dapat mengakibatkan transistor HOT rusak.
        Beberapa model TV baru kadang salah dalam desainnya sehingga transistor HOT sering rusak. Dalam hal ini maka perlu dicari informasi modifikasi yang diperlukan.

Berlangganan Gratis Update:

0 Response to "Kerusakan tv pada bagian horisontal"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar
No spam anchor text segera kami hapus
Terima Kasih